Penghematan Luar Biasa Dari Kompor Briket

By | August 3, 2015

Penghematan Luar Biasa Dari Kompor Briket

Contoh Penghematan Luar Biasa Dari Kompor Briket dapat dilihat dengan jelas di Negara India. Terdapat salah satu sekolah pembuat kompor briket yang telah mencoba mengganti bahan bakar mereka menjadi briket dan juga menggunakan kompor briket yang telah mereka produksi. Hasilnya diluar dugaan.Terdapat banyak efisiensi biaya yang diperoleh dengan mengganti bahan bakar LPG dengan briket. Seperti yang telah kita ketahui, di beberapa Negara, harga LPG sangat tinggi. Untuk golongan menengah kebawah sangat sulit untuk membeli LPG. Tidak terkecuali dengan India. Permasalahan yang sama dirasakan juga di Negara ini.

Penggunaan Kompor Briket

Penggunaan kompor briket, mulai dari produksi, uji coba, dan pemasaran dilakukan sendiri oleh Nishant Bioenergy Consultancy India. Mereka memikirkan tentang cara agar dapat meminimalisir biaya tinggi disebabkan oleh pembelian LPG. Di sisi lain, India memiliki limbah biomassa yang tergolong tinggi yang memiliki potensi dijadikan bahan bakar. Nishant memang pada awalnya fokus untuk membuat kompor briket. Hal ini menjadi sangat berkaitan, dan dapat menambah semangat mereka untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

Untuk project pertama, mereka membuat kompor kombinasi bernama Sanjha Chulha. Dibuat dari batu bata yang dikhususkan untuk proses memasak skala menengah. Kompor ini ternyata sangat bersii dan efisien, tetapi yang terpenting adalah bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar limbah biomass yang diperoleh dari para petani. Para petani menjual limbah mereka untuk kemudian di press untuk dijadikan briket. Dari proses ini saja, para petani sudah memiliki pendapatan ekstra diatas 10%. Terkait biaya yang dihemat (cost efficiency), hasilnya juga luar biasa signifikan. Penghematan yang dapat dilakukan mencapai USD 350 per bulan sebagai pengganti membeli LPG. Harga kompor briket mereka sendiri tergolong tinggi sekitar USD 3000 per unitnya. Namun apabila dibandingkan penghematan dan nilai tambah lain yang muncul, hal tersebut tidak akan menjadi masalah. Hasilnya, pada tahun 2009 lalu, Nishant berhasil menjual Kompor briket sebanyak 24 unit yang telah memberikan manfaat kepada banyak orang. Apabila ini diterapkan di Indonesia, dengan menggunakan briket arang tempurung kelapa (Coconut Shell Charcoal Briquette), mungkin saja efisiensi seperti di India bisa diduplikasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *