Peluang Pasar Untuk Briket Arang Tempurung Kelapa

By | July 15, 2015

Peluang Pasar Untuk Briket Arang Tempurung Kelapa

Terkadang, kendala dalam suatu bisnis adalah adanya kesulitan dalam pemasaran produk. Termasuk briket, untuk itu, penting mengetahui Peluang Pasar Untuk Briket Arang Tempurung Kelapa terlebih dahulu. Seperti yang telah kita ketahui bahwa sumber daya alam Indonesia sangatlah kaya. Dalam hali ini, khususnya kelapa, Indonesia menempati urutan pertama dalam produktivitas kelapa di Asia dan juga di dunia. Tetapi apakah itu menjadi jaminan bahwa kita dapat memanfaatkan kekayaan tersebut? Jawabannya tergantung dari tingkat kreativitas, kejelian melihat pasar, dan juga kemampuan untuk dapat mempromosikan hasil olahan dari bahan kelapa.

Produk Olahan Kelapa

Kelapa dapat diolah menjadi berbagai macam produk. Mulai dari produk bahan baku, kerajinan tangan, bahan bangunan, hingga produk jadi untuk kesehatan dan bahan bakar. Bisa dikatakan Kelapa dapat dimanfaatkan secara kesulurahan tanaman dan buahnya. Pohonnya dapat dijadikan bahan bangunan, daunnya bisa dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, air kelapa dapat menjadi sumber minuman alternatif yang menyehatkan, daging kelapa dapat dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai macam makanan, sabut kelapa dapat dirubah menjadi bahan untuk pelengkap pembuatan kursi / jok mobil. Fokos terhadap briket dapat dikerucutkan pada tempurung kelapa. Secara konvensional Tempurung kelapa dapat dijadikan sebagai bahan bakar dengan dijadikan arang tempurung kelapa dan juga dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai. Untuk mengolahnya menjadi briket, memang perlu perlakuan khusus terlebih dahulu, tetapi dengan melihat peluang pasar yang ada, proses yang dilakukan sangat sepadan dengan hasil yang diperoleh

Peluang Pasar Briket Arang Tempurung Kelapa

Sebenarnya, briket arang tempurung kelapa sangat potensial dijadikan bahan bakar alternatif bagi Indonesia. Memang kita belum sampai pada tahap krisis energi, tetapi dengan adanya briket tempurung kelapa akan sangat membantu untuk mengurangi penggunaan gas. Ironisnya, justru permintaan briket arang tempurung kelapa (Coconut Shell Charcoal Briquette) ini malah banyak diminati oleh pasar luar negeri. Dapat dikatakan 80% permintaan yang datang ke Indonesia adalah untuk pasar ekspor. Dari ini bisa kita lihat bahwa peluangnya sangat luar biasa besar. Pebisnis akan sangat diuntungkan dengan pangsa pasar ekspor karena nilai valuta asing lebih tinggi. Disamping itu, apabila permintaan datang banyak dari luar negeri, yang mana mereka sangat mementingkan kualitas, para pebisnis briket dituntut untuk tetap mempertahankan segi kualitas disamping kuantitas. Sehingga bisnis yang digeluti akan langgeng dan tahan uji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *