Briket, alternatif Solusi Pemanfaatan Limbah

By | July 21, 2015

Briket, alternatif Solusi Pemanfaatan Limbah

Briket, alternatif Solusi Pemanfaatan Limbah yang sangat baik. Seperti yang telah kita ketahui bahwa limbah olahan kayu, kelapa, tebu, durian dapat menjadi permasalahan yang mengganggu. Terlebih apabila  limbah tersebut dihasilkan dari proses yang dilakukan secara terus-menerus sehingga limbah yang dihasilkan akan menumpuk. Perlu dilakukan sesuatu untuk mengatasi hal ini. Nilai tambahnya, apabila solusi yang dilakukan bisa membantu pelestarian lingkungan, bahkan menjadi sumber penghasilan baru.

Proses Briketing Limbah

Limbah yang dimaksud adalah sisa olahan, seperti cangkang tempurung kelapa, sisa penggergajian kayu berupa serbuk kayu, cangkang durian, dan ampas tebu. Dalam skala tertentu, limbah yang dihasilkan dari pusat-pusat produksi bisa menjadi sangat banyak. Contohnya adalah ampas tebu pada pabrik gula. Tebu yang telah diolah dan sisanya berupa ampas tidak terbayang berapa banyaknya dalam waktu satu bulan. Perusahaan pabrik gula pun sering kali kewalahan mengatasi masalah sampah/limbah yang dihasilkan tersebut.

Alternatif solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah tersebut untuk diolah menjadi briket. Briket ini selanjutnya akan menjadi bahan bakar yang dapat juga digunakan kembali sebagai bahan bakar tambahan bagi pabrik pengolahan penghasil limbah. Konsep yang terintegrasi ini memang membutuhkan tambahan alat, tenaga kerja, dan juga unit produksi tersendiri. Namun dalam jangka panjang, efek yang dihasilkan akan sangat signifikan.

Contoh Pengolahan Briket dari Limbah

Seperti apa contoh yang dapat dilakukan untuk pengolahan limbah menjadi briket? Kita dapat mengambil kasus Limbah Tempurung Kelapa dan Limbah Penggergajian Kayu. Tempurung Kelapa merupakan bagian dari kelapa yang sering kali dijadikan arang untuk membakar sate, dan makanan lainnya. Apabila penggunaannya ditingkatkan, sebenarnya akan lebih memiliki nilai jual tinggi. Tempurung Kelapa dapat dijadikan menjadi briket arang tempurung kelapa (coconut shell charcoal briquette). Caranya mudah, tempurung kelapa dijadikan arang, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan tepung tapioka, dibentuk sesuai ukuran, kemudian dikeringkan menggunakan oven ataupun sinar matahari. Setelah itu briket dapat dipasarkan. Briket arang tempurung kelapa ini banyak diminati pasar ekspor dan memiliki nilai jual sangat tinggi dibandingkan hanya berbentuk arang biasa.

Contoh selanjutnya adalah limbah pengolahan kayu. Pada proses penggergajian kayu, kita akan mendapati limbah berupa serbuk kayu / serbuk gergaji yang tidak akan bernilai apa-apa selain harus dibuang. Dengan membuat menjadi briket kayu atau briket serbuk gergaji (sawdust briquette) limbah ini dapat menjadi sumber penghasilan baru sekaligus dapat memecahkan persoalan pengolahan limbah yang dihadapi. Untuk briket serbuk gergaji (sawdust briquette) terdapat dua jenis yang umum, yaitu briket arang serbuk gergaji (sawdust charcoal briquette) dan briket serbuk gergaji (log sawdust briquette). Mudahnya, briket serbuk gergaji yang dibakar atau yang hanya dipadatkan saja. Prosesnya hampir sama dengan pengolahan briket arang tempurung kelapa. Pasarnya pun banyak untuk ekspor ke mancanegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *